
Sepuluh tahun bukanlah waktu yang singkat untuk sebuah destinasi wisata bertahan, tumbuh, dan terus beradaptasi. Bagi Jepara Ourland Park, perjalanan satu dekade ini bukan hanya tentang bertambahnya usia, tetapi juga tentang bagaimana sebuah tempat wisata terus belajar menghadirkan makna yang lebih besar bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.
Melalui perayaan 1 Dekade Jepara Ourland Park yang berlangsung pada 24–26 April 2026, JOP yang biasa kita mengenalnya menghadirkan rangkaian kegiatan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga membawa pesan kuat tentang kepedulian lingkungan melalui program 3R: Reduce, Reuse, Recycle.
Tema ini dipilih bukan tanpa alasan. Sebagai destinasi wisata yang terus berkembang, Jepara Ourland Park menyadari bahwa aktivitas pariwisata juga memiliki dampak terhadap lingkungan, khususnya dalam pengelolaan sampah. Dari sinilah lahir komitmen baru: menjadikan wisata bukan hanya sebagai ruang rekreasi, tetapi juga ruang edukasi bersama.
Dibuka oleh Wakil Bupati Jepara
Rangkaian perayaan resmi dibuka pada Jumat, 24 April 2026 melalui Opening Ceremony yang berlangsung di area Jepara Ourland Park dan dihadiri oleh berbagai unsur pemerintahan, komunitas, serta stakeholder terkait.
Kegiatan pembukaan ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Jepara sebagai bentuk dukungan terhadap langkah Jepara Ourland Park dalam mengangkat isu lingkungan ke dalam sektor pariwisata.
Turut hadir pula sejumlah kepala dinas, di antaranya Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jepara, Kepala Dinas Perdagangan dan Industri Kabupaten Jepara, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Jepara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jepara, serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jepara.
Kehadiran berbagai pihak ini menjadi bukti bahwa pengelolaan lingkungan bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan membutuhkan kolaborasi yang kuat dari banyak elemen.
Dalam sambutannya, Owner Jepara Ourland Park, Aan Praja Bisulthon, S.M. menyampaikan bahwa komitmen terhadap pengelolaan sampah tidak dapat dijalankan sendiri oleh pihak Jepara Ourland Park sendiri.
“Jepara Ourland Park berkomitmen untuk mengajak kolaborasi berbagai elemen agar dapat bekerja sama dalam menanggulangi persoalan sampah ini. Karena jika hanya dijalankan oleh Jepara Ourland Park sendiri, tentu tidak akan bisa berjalan sesuai dengan harapan.”
Pesan tersebut menjadi benang merah dari seluruh rangkaian kegiatan selama tiga hari, bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama.
Talkshow: Wisata dan Sampah, Apakah Bisa Sejalan?
Masih di hari yang sama, Jepara Ourland Park menghadirkan talkshow bertema “Wisata & Sampah, Apakah Bisa Sejalan?” yang membahas hubungan antara sektor pariwisata dan pengelolaan limbah.
Diskusi ini menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang, mulai dari praktisi pengolahan limbah plastik menjadi bahan bakar alternatif, perwakilan Bank Sampah Induk Jepara, hingga internal Jepara Ourland Park sendiri.
Melalui talkshow ini, peserta diajak melihat bahwa persoalan sampah bukan hanya soal membuang dan membersihkan, tetapi juga bagaimana limbah dapat dikelola menjadi sesuatu yang bernilai dan berkelanjutan.
Kegiatan ini sekaligus membuka ruang edukasi bagi masyarakat bahwa wisata dan kepedulian lingkungan seharusnya dapat berjalan berdampingan.
Kreativitas dari Limbah: Tong Tek, Fashion Show, dan Pameran Karya
Perayaan 1 Dekade juga diramaikan dengan berbagai lomba kreatif yang melibatkan komunitas dan masyarakat, seperti Lomba Tong Tek Daur Ulang, Lomba Lukis Tempat Sampah, serta Fashion Show Daur Ulang.
Lomba Tong Tek menjadi salah satu agenda yang paling menarik perhatian. Barang-barang bekas yang biasanya dianggap tidak bernilai justru diolah menjadi alat musik yang menghasilkan harmoni dan kreativitas.
Begitu pula dengan Fashion Show Daur Ulang, di mana peserta menampilkan karya busana berbahan limbah yang dikemas secara artistik dan penuh pesan lingkungan.
Selain itu, hadir pula pameran karya daur ulang yang menampilkan berbagai hasil kreativitas berbasis recycle sebagai bentuk edukasi visual kepada pengunjung.
Melalui kegiatan ini, Jepara Ourland Park ingin menunjukkan bahwa limbah bukan hanya sesuatu yang dibuang, tetapi juga dapat menjadi ruang kreativitas, seni, bahkan peluang ekonomi baru.
Sarasehan dan Kolaborasi untuk Lingkungan
Pada Sabtu malam, rangkaian acara dilanjutkan dengan sarasehan bertema “Kolaborasi Strategis dalam Rehabilitasi Hutan dan Lahan untuk Menanggulangi Bencana Alam.”
Kegiatan ini menjadi ruang diskusi terbuka yang mempertemukan pegiat lingkungan, komunitas pecinta alam, komunitas campervan, Bank Sampah Induk, hingga berbagai stakeholder lainnya.
Sarasehan ini menjadi pengingat bahwa isu lingkungan tidak hanya berhenti pada persoalan sampah, tetapi juga berkaitan erat dengan keberlanjutan ekosistem, rehabilitasi lahan, serta mitigasi bencana alam.

Bersih Pantai Mororejo: Dari Diskusi Menjadi Aksi
Sebagai penutup rangkaian acara, pada Minggu pagi dilaksanakan aksi bersih Pantai Mororejo yang melibatkan perangkat desa, komunitas, Forkopimcam, serta masyarakat sekitar.
Kegiatan ini menjadi simbol bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak cukup hanya dibicarakan, tetapi juga harus diwujudkan dalam tindakan nyata.
Melalui aksi sederhana ini, semangat gotong royong kembali dihidupkan sebagai bagian dari budaya menjaga lingkungan bersama.
Lebih dari Sekadar Waterpark
Perayaan 1 Dekade Jepara Ourland Park menjadi titik penting bahwa sebuah destinasi wisata dapat memiliki peran yang lebih luas dari sekadar tempat rekreasi.
Dari waterpark menuju wisata edukasi berkelanjutan, Jepara Ourland Park ingin menjadi bagian dari perubahan, sekaligus mengajak masyarakat untuk ikut mengambil peran.
Karena pada akhirnya, wisata yang baik bukan hanya tentang tempat yang indah untuk dikunjungi, tetapi juga tentang bagaimana tempat itu memberi dampak baik bagi lingkungan dan masa depan.
Perjalanan 10 tahun ini adalah awal dari langkah yang lebih besar. Dan perjalanan itu, baru saja dimulai.








